Dana BK Rp300 Juta Cair Penuh, Pembangunan di Kedungbendo Baru 20 Persen
PACITAN, detikplus62.my.id — Dana bantuan keuangan (BK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp300 juta telah diterima sepenuhnya oleh Pemerintah Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Namun, pelaksanaan pembangunan yang dibiayai anggaran tersebut masih berada pada tahap awal, dengan kemajuan pekerjaan fisik diperkirakan mencapai 20 persen.
Sekretaris Desa Kedungbendo, Anam, membenarkan bahwa seluruh dana bantuan telah masuk ke rekening kas desa. Menurut dia, pekerjaan saat ini berlangsung secara bertahap, termasuk pengiriman material ke lokasi pembangunan.
“Dana BK sebesar Rp300 juta sudah masuk 100 persen ke rekening desa. Saat ini masih dalam tahap dropping material. Pengerjaan kurang lebih 20 persen,” ujar Anam.
Meski dana telah diterima sepenuhnya, papan informasi proyek belum terpasang di lokasi pekerjaan. Pemerintah desa menyebutkan bahwa papan tersebut masih dalam proses pembuatan di percetakan.
Keberadaan papan informasi menjadi bagian penting dalam keterbukaan pelaksanaan pembangunan yang menggunakan uang negara. Melalui papan tersebut, masyarakat dapat mengetahui jenis pekerjaan, nilai anggaran, sumber pendanaan, serta waktu pelaksanaan kegiatan.
Pemerintah desa juga melibatkan masyarakat setempat dalam pengerjaan proyek. Selain mendukung pembangunan infrastruktur, pelibatan tenaga kerja lokal diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Anam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas bantuan yang diterima Desa Kedungbendo. Ia berharap dukungan serupa dapat berlanjut untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, pencairan dana secara penuh ketika pekerjaan fisik baru mencapai sekitar 20 persen menempatkan pengelolaan anggaran dan pengawasan pelaksanaan kegiatan sebagai aspek yang perlu mendapat perhatian.
Penerimaan dana ke rekening desa tidak serta-merta menunjukkan besarnya anggaran yang telah dibelanjakan. Karena itu, perkembangan pekerjaan perlu dilihat bersama realisasi pengeluaran, kesesuaian penggunaan material, dan target penyelesaian sebagaimana tercantum dalam dokumen kegiatan.
Hingga informasi ini dihimpun, rincian jenis pekerjaan, volume pembangunan, jadwal penyelesaian, serta realisasi belanja dari dana Rp300 juta tersebut belum dijelaskan secara terperinci.
Dengan sebagian besar pekerjaan masih menunggu penyelesaian, transparansi pelaksanaan dan ketepatan penggunaan anggaran menjadi hal penting agar bantuan pemerintah provinsi benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat Kedungbendo. (RED PT. MSR)
Related Articles